Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadhan: Keutamaan Lailatul Qadar dan Amalan Utamanya
Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Di antara seluruh hari dan malam di bulan tersebut, sepuluh malam terakhir Ramadhan memiliki kedudukan yang paling agung. Pada malam-malam inilah kaum muslimin dianjurkan untuk meningkatkan ibadah karena di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Rasulullah ﷺ memberikan perhatian yang sangat besar terhadap sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai amal kebaikan.
Keutamaan Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 1–3)
Ayat ini menjelaskan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat besar. Ibadah pada malam tersebut lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan atau lebih dari delapan puluh tahun.
Penjelasan Ulama Tafsir
Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
العمل فيها خير من العمل في ألف شهر ليس فيها ليلة القدر
Artinya:
“Beramal pada malam itu lebih baik daripada beramal selama seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar di dalamnya.”
(Tafsir Ibnu Katsir)
Sunnah Rasulullah pada 10 Malam Terakhir Ramadhan
Rasulullah ﷺ memberikan teladan kepada umatnya untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
Artinya:
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Ulama
Menurut An-Nawawi, makna “menghidupkan malam” adalah memperbanyak berbagai ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa.
(Syarh Shahih Muslim)
Perintah Mencari Lailatul Qadar
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari)
Dalam hadits lain disebutkan:
تَحَرَّوْهَا فِي الْوِتْرِ مِنْهَا
Artinya:
“Carilah pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir.”
(HR. Bukhari)
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa pendapat yang paling kuat adalah Lailatul Qadar berada pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan.
(Fathul Bari)
Amalan Utama pada 10 Malam Terakhir Ramadhan
1. Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barangsiapa mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Memperbanyak Doa
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟
Beliau menjawab:
قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Tirmidzi)
3. I’tikaf di Masjid
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya:
“Rasulullah ﷺ beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari)
Menurut Ibn Rajab al-Hanbali, hakikat i’tikaf adalah memutuskan diri dari kesibukan dunia untuk fokus dalam beribadah kepada Allah.
(Lathaif al-Ma’arif)
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Rasulullah ﷺ bersabda:
صَبِيحَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ تَطْلُعُ الشَّمْسُ لَا شُعَاعَ لَهَا
Artinya:
“Pada pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.”
(HR. Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa tanda ini biasanya diketahui setelah malam tersebut berlalu, sehingga seorang muslim dianjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Hikmah Disembunyikannya Lailatul Qadar
Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa Allah menyembunyikan secara pasti waktu Lailatul Qadar agar manusia bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.
(Tafsir Al-Qurthubi)
Penutup
Sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi setiap muslim untuk meraih pahala yang besar dan ampunan dari Allah SWT. Pada malam-malam tersebut terdapat Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan dengan memperbanyak ibadah, menghidupkan malam, membangunkan keluarga, serta bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua untuk dapat menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dan dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar.
اللهم بلغنا ليلة القدر واجعلنا فيها من المقبولين.
Share to :
PESANTREN PERSATUAN ISLAM 146 IPUH